Tampilkan postingan dengan label Debian Configuration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Debian Configuration. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Januari 2013
Selasa, 20 November 2012
DHCP (Dynamic Host Control Protocol)
Nov 20th, 2012
[08.23 P.M]
Hello again. Aku balik lagi ke rubrik Debian Configuration. Kali ini saya akan membahas tentang DHCP dan cara konfigurasi di Debian.
DHCP (Dynamic Host Control Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada komputer client. Ini sangat memudahkan kita, apalagi yang mempunyai jaringan yang cukup besar, untuk bisa men-setting IP secara otomatis hanya dari server tanpa harus men-setting satu - satu IP dari komputer client. Cara ini juga digunakan untuk internet cafe yang menyediakan fasilitas Hotspot (WiFi). Berikut akan saya jelaskan bagaimana membuat DHCP Server dengan menggunakan OS Debian Lenny (5.0).
1. Install Application Package untuk DHCP Service.
#apt-get install dhcp3-server
2. Edit script dhcpd.conf
#nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Dalam script tersebut, ada banyak sekali isinya, kan? Nah, yang akan kita edit hanya sebagian saja. Cari bagian script seperti dibawah ini, kemudian edit sesuai keperluan. Anggap saja server kita mempunyai IP 192.168.1.1 dan kita akan menyewakan mulai dari 192.168.1.2 - 192.168.1.6. Setiap Client akan mendapatkan informasi berupa DNS Server (10.0.0.1). Edit script tersebut seperti ini:
#a slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.240 {
range 192.168.1.2 192.168.1.6;
option domain-name-servers 10.0.0.1;
option domain-name "ago.com"
option routers 10.0.0.1;
option broadcast-address 192.168.1.7;
default-lease-time 800;
max-lease-time 7200;
}
Ctrl+O untuk save dan Ctrl+X untuk exit.
3. Restart daemon dari DHCP3
#/etc/init.d/dhcp3-server restart
4. Coba kita cek di bagian client. Jika client mendapatkan IP otomatis, dan dapat terhubung dengan DNS server, maka DHCP telah bekerja dengan baik.
Demikian tutorial saya. Bila ada kritik dan saran, saya terima dengan senang hati. ^_^
[08.23 P.M]
Hello again. Aku balik lagi ke rubrik Debian Configuration. Kali ini saya akan membahas tentang DHCP dan cara konfigurasi di Debian.
DHCP (Dynamic Host Control Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk memberikan IP Address secara otomatis kepada komputer client. Ini sangat memudahkan kita, apalagi yang mempunyai jaringan yang cukup besar, untuk bisa men-setting IP secara otomatis hanya dari server tanpa harus men-setting satu - satu IP dari komputer client. Cara ini juga digunakan untuk internet cafe yang menyediakan fasilitas Hotspot (WiFi). Berikut akan saya jelaskan bagaimana membuat DHCP Server dengan menggunakan OS Debian Lenny (5.0).
1. Install Application Package untuk DHCP Service.
#apt-get install dhcp3-server
2. Edit script dhcpd.conf
#nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Dalam script tersebut, ada banyak sekali isinya, kan? Nah, yang akan kita edit hanya sebagian saja. Cari bagian script seperti dibawah ini, kemudian edit sesuai keperluan. Anggap saja server kita mempunyai IP 192.168.1.1 dan kita akan menyewakan mulai dari 192.168.1.2 - 192.168.1.6. Setiap Client akan mendapatkan informasi berupa DNS Server (10.0.0.1). Edit script tersebut seperti ini:
#a slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.240 {
range 192.168.1.2 192.168.1.6;
option domain-name-servers 10.0.0.1;
option domain-name "ago.com"
option routers 10.0.0.1;
option broadcast-address 192.168.1.7;
default-lease-time 800;
max-lease-time 7200;
}
Ctrl+O untuk save dan Ctrl+X untuk exit.
3. Restart daemon dari DHCP3
#/etc/init.d/dhcp3-server restart
4. Coba kita cek di bagian client. Jika client mendapatkan IP otomatis, dan dapat terhubung dengan DNS server, maka DHCP telah bekerja dengan baik.
Demikian tutorial saya. Bila ada kritik dan saran, saya terima dengan senang hati. ^_^
Minggu, 18 November 2012
DNS (Domain Name System)
Nov 18th, 2012
[11.17 P.M]
Hello again. Setelah beberapa hari absen karena kesibukan (maklum anak kuliahan lagi ujian juga. Akakakak :P), akhirnya saya bisa menulis lagi di blog saya ini. Hhe. Malam ini saya akan menulis tentang konfigurasi DNS (Domain Name System) Server. Sebenarnya, apa sih DNS itu?
DNS adalah Domain Name System, yaitu dimana IP Address diterjemahkan kedalam karakter - karakter khusus yang gampang diketikkan pada keyboard komputer. DNS ini digunakan pada website untuk men-generate nama - nama website tersebut. Contoh saja google.co.id, yahoo.co.id, facebook.com, blogger.com, dsb. Wujud asli dari semuanya adalah berupa IP Address, tetapi pasti akan sangat ribet jika kita harus mengetikkan angka - angka yang sulit untuk dihafal biar kita bisa mengakses suatu website yang kita suka, kan? Karena itu dikembangkanlah teknologi DNS ini untuk memudahkan kita mengakses suatu website tanpa harus capek - capek menghafal IP Address dari setiap website yang ada. :) Tanpa menunggu lama lagi, langsung saja kita pada langkah - langkah pembuatannya.
Sekedar info saja, operating system yang saya pakai disini adalah Linux Debian Lenny (5.0)
1. Install software package untuk DNS Server ini. Berikut command-nya:
#apt-get install bind9 ----> aplikasi untuk DNS server
2. Konfigurasi script named.conf. Script named.conf ini berisi informasi nama domain yang kita inginkan dan informasi IP Address yang di-redirect ke domain tersebut. Misalkan saja kita akan membuat nama domain "www.ago.com". Begini caranya:
#nano /etc/bind/named.conf
edit script tersebut menjadi seperti berikut:
zone "ago.com"{
type master;
file "/etc/bind/ago";
};
zone "0.0.10,in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/10";
};
Jika sudah selesai, tekan Ctrl+O untuk save dan Ctrl+X untuk keluar.
3. Gantilah nama file "db.local" dan "db.127" dengan nama yang tertera pada "named.conf".
#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/ago
#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/10
4. Edit ulang script "ago" dan "10".
#nano /etc/bind/ago
Di script ini, ganti semua kata localhost menjadi nama domain kita, dalam kasus ini ganti menjadi ago.com, kemudian edit scriptnya menjadi seperti ini:
@ IN NS ago.com.
@ IN A 10.0.0.1
www IN A 10.0.0.1
#nano /etc/bind/10
Sama seperti diatas, rubah semua kata localhost menjadi nama domain kita, dan edit script ini menjadi seperti berikut:
@ IN NS ago.com.
1 IN PTR ago.com.
^
|
|
Angka 1 ini adalah batas IP yang akan direverse. lebih jelasnya mari kita lihat kembali settingan named.conf:
zone "0.0.10.in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/10";
};
Angka "0.0.10" diatas merupakan batas network yang direverse dari 10.0.0, lalu pada file 10(reverse) ditambahkan 1 untuk melengkapi alamat reverse dari domain kita. Ini juga bisa digunakan bila kita mempunyai beberapa domain dalam satu network tersebut, jadi misalkan saja kita ingin membuat www.ago.com dan mus.ago.com, bisa saja diketik seperti ini:
pada file /etc/bind/ago:
@ IN NS ago.com.
@ IN A 10.0.0.1
www IN A 10.0.0.1
mus IN A 10.0.0.1
dan pada file /etc/bind/10:
@ IN NS ago.com.
1 IN PTR ago.com. -------> ini untuk www.ago.com
2 IN PTR ago.com. -------> ini untuk mus.ago.com
Note: gunakan virtual IP untuk membuat settingan seperti ini.... (^_^)v
5. Setelah semua konfigurasi selesai dilakukan, sekarang kita akan meng-edit script "resolv.conf" untuk redirect ke arah DNS server bila kita mencari nama domain yang telah kita input tadi.
#nano /etc/resolv.conf
search ago.com
nameserver 10.0.0.1
6. Restart daemon dari Bind agar DNS Server dapat bekerja.
#/etc/init.d/bind9 restart
Untuk mengetes apakah DNS kita telah berjalan kita lakukan perintah ping:
#ping ago.com
Jika terdapat balasan, maka DNS server kita telah bekerja dengan baik.
Demikian tutorial dari saya. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan tutorial ini. Thank you. Kritik dan sarannya ditunggu ya? GBu ^_^
[11.17 P.M]
Hello again. Setelah beberapa hari absen karena kesibukan (maklum anak kuliahan lagi ujian juga. Akakakak :P), akhirnya saya bisa menulis lagi di blog saya ini. Hhe. Malam ini saya akan menulis tentang konfigurasi DNS (Domain Name System) Server. Sebenarnya, apa sih DNS itu?
DNS adalah Domain Name System, yaitu dimana IP Address diterjemahkan kedalam karakter - karakter khusus yang gampang diketikkan pada keyboard komputer. DNS ini digunakan pada website untuk men-generate nama - nama website tersebut. Contoh saja google.co.id, yahoo.co.id, facebook.com, blogger.com, dsb. Wujud asli dari semuanya adalah berupa IP Address, tetapi pasti akan sangat ribet jika kita harus mengetikkan angka - angka yang sulit untuk dihafal biar kita bisa mengakses suatu website yang kita suka, kan? Karena itu dikembangkanlah teknologi DNS ini untuk memudahkan kita mengakses suatu website tanpa harus capek - capek menghafal IP Address dari setiap website yang ada. :) Tanpa menunggu lama lagi, langsung saja kita pada langkah - langkah pembuatannya.
Sekedar info saja, operating system yang saya pakai disini adalah Linux Debian Lenny (5.0)
1. Install software package untuk DNS Server ini. Berikut command-nya:
#apt-get install bind9 ----> aplikasi untuk DNS server
2. Konfigurasi script named.conf. Script named.conf ini berisi informasi nama domain yang kita inginkan dan informasi IP Address yang di-redirect ke domain tersebut. Misalkan saja kita akan membuat nama domain "www.ago.com". Begini caranya:
#nano /etc/bind/named.conf
edit script tersebut menjadi seperti berikut:
zone "ago.com"{
type master;
file "/etc/bind/ago";
};
zone "0.0.10,in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/10";
};
Jika sudah selesai, tekan Ctrl+O untuk save dan Ctrl+X untuk keluar.
3. Gantilah nama file "db.local" dan "db.127" dengan nama yang tertera pada "named.conf".
#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/ago
#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/10
4. Edit ulang script "ago" dan "10".
#nano /etc/bind/ago
Di script ini, ganti semua kata localhost menjadi nama domain kita, dalam kasus ini ganti menjadi ago.com, kemudian edit scriptnya menjadi seperti ini:
@ IN NS ago.com.
@ IN A 10.0.0.1
www IN A 10.0.0.1
#nano /etc/bind/10
Sama seperti diatas, rubah semua kata localhost menjadi nama domain kita, dan edit script ini menjadi seperti berikut:
@ IN NS ago.com.
1 IN PTR ago.com.
^
|
|
Angka 1 ini adalah batas IP yang akan direverse. lebih jelasnya mari kita lihat kembali settingan named.conf:
zone "0.0.10.in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/10";
};
Angka "0.0.10" diatas merupakan batas network yang direverse dari 10.0.0, lalu pada file 10(reverse) ditambahkan 1 untuk melengkapi alamat reverse dari domain kita. Ini juga bisa digunakan bila kita mempunyai beberapa domain dalam satu network tersebut, jadi misalkan saja kita ingin membuat www.ago.com dan mus.ago.com, bisa saja diketik seperti ini:
pada file /etc/bind/ago:
@ IN NS ago.com.
@ IN A 10.0.0.1
www IN A 10.0.0.1
mus IN A 10.0.0.1
dan pada file /etc/bind/10:
@ IN NS ago.com.
1 IN PTR ago.com. -------> ini untuk www.ago.com
2 IN PTR ago.com. -------> ini untuk mus.ago.com
Note: gunakan virtual IP untuk membuat settingan seperti ini.... (^_^)v
5. Setelah semua konfigurasi selesai dilakukan, sekarang kita akan meng-edit script "resolv.conf" untuk redirect ke arah DNS server bila kita mencari nama domain yang telah kita input tadi.
#nano /etc/resolv.conf
search ago.com
nameserver 10.0.0.1
6. Restart daemon dari Bind agar DNS Server dapat bekerja.
#/etc/init.d/bind9 restart
Untuk mengetes apakah DNS kita telah berjalan kita lakukan perintah ping:
#ping ago.com
Jika terdapat balasan, maka DNS server kita telah bekerja dengan baik.
Demikian tutorial dari saya. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan tutorial ini. Thank you. Kritik dan sarannya ditunggu ya? GBu ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)