Tampilkan postingan dengan label God's Word. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label God's Word. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

God's Word : Allah Tidak Perlu Dibela.

My Dorm Room
0730 hours
Matthew
Chp 26:47-56


"Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?"
- Matius 26:53

Melihat perenungan hari ini, aku akhirnya mengerti akan kuasa Allah yang sesungguhnya. Banyak orang yang berusaha sekuat tenaga mereka untuk membasmi orang - orang yang dianggap "kafir" demi "membela" Tuhan mereka. Padahal, kalau dipikir - pikir lagi lebih jauh, memangnya segitu lemahnya ya Allah sampai - sampai harus dibela oleh manusia? Rasanya gak masuk akal. Dalam pembacaan hari ini juga, Petrus ditegur oleh Yesus ketika dia memutuskan telinga Malkhus dengan pedang yang dia bawa. Yesus (bila memang dia menginginkan untuk selamat dari pencobaan itu) bisa saja meminta Allah Bapa untuk mengirimkan sepasukan malaikat (mengingat dia adalah Anak Allah yang Tunggal). Tetapi, demi penggenapan janji Tuhan kepada umat manusia, inilah cara Yesus "membela" manusia dari Iblis, yakni dengan pengorbanan di kayu salib, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Nah, sekarang siapa yang dibela oleh siapa?

AMIN

Selasa, 16 Juli 2013

God's Word : Berkatalah Jujur

My Dorm Room
1120 hours

John
Chp 8 : 37 - 47

"Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku."
- Yesus Kristus didalam Yohanes 8 : 45

"Alah bisa karena biasa". Kata - kata tersebut teringat olehku pada saat aku merenungkan Firman hari ini. Orang - orang yang berkata kejujuran semenjak dia kecil, pasti juga dibawa sampai dia besar. Orang - orang yang berkata bohong semenjak kecil juga pasti menjadi demikian bisa berbohong pada saat besar nanti. Tuhan Yesus adalah orang yang selalu berkata tentang kebenaran, terlebih kebenaran Firman Tuhan yang dipercayakan kepada-Nya. Firman yang diberitakan oleh Yesus sendiri adalah Firman yang menguatkan setiap orang yang menerimanya. Sayangnya, orang - orang Israel pada masa itu tidak mau percaya kepada perkataan Yesus, bahkan mereka berusaha membunuh Yesus karena perkataan - perkataan-Nya (ay. 40). Mereka mengakui diri mereka adalah anak Abraham, tetapi sikap mereka tidak seperti Abraham. Mereka adalah orang - orang yang mengaku bahwa Bapa mereka adalah satu, yaitu Allah Pencipta Alam Semesta, tetapi mereka tidak dapat menangkap Firman yang disampaikan oleh Yesus (ay. 43), sebab itu Yesus mengatakan bahwa mereka bukan dari Allah, karena mereka tidak percaya kepada Yesus (ay. 47).

Marilah kita, sebagai orang - orang yang telah mendengar kebenaran Firman Allah, memberitakan kebenaran juga kepada orang - orang yang ada disekitar kita, bukan hanya dengan kata - kata, melainkan juga dengan perbuatan kita, sehingga setiap orang yang melihat dan mendengar Firman itu, mengaku bahwa kebenaran yang sejati hanya berasal dari Allah melalui Firman-Nya. Jangan kita biasakan berbohong hanya untuk kepentingan yang sementara, tetapi berkatalah jujur seorang akan yang lain, karena kejujuran itu juga yang akan menjaga kita dalam kehidupan kita. AMIN

"Jika kamu tidak ingin tergelincir esok hari, berbicaralah dengan jujur hari ini."

Selasa, 07 Mei 2013

God's Word : "Tetapi" yang Menguatkan

Dorm Room
1015 hours
Habakkuk
Chp 3

"...namun aku akan bersorak - sorak di dalam Tuhan, beria - ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku."
- Habakuk 3 : 18


Kata "tetapi" sering digunakan untuk menyambungkan 2 pernyataan yang bertolak belakang. Misalnya "Dia keren sih, tetapi dia gak rajin masuk gereja." atau "Bukan orang sehat yang memerlukan Tabib, tetapi orang sakit." (Markus 2 : 17). Kalau dalam konteks kehidupan kita, kita sering menggunakan kata "tetapi" atau "namun" itu dalam konteks mengkritik dengan didahului dengan pujian seperti contoh kalimat yang pertama. Tetapi, dalam kitabnya, Habakuk ingin menyatakan bahwa kita juga bisa menyatakan suatu ungkapan syukur dengan menggunakan kata "tetapi" itu. Meskipun dia menulis dalam ayat 17 tentang bagaimana pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, dan lain sebagainya, tetapi dia melanjutkannya dalam ayat 18 tentang bagaimana dia bersyukur dan bersukacita kepada Tuhan yang telah menyelamatkan jiwanya.

Refleksi:
Terkadang dalam kehidupan kita sebagai manusia, kita jarang sekali bersyukur. Jangankan kalau ditimpa masalah, dapat berkatpun belum tentu bersyukur. Adanya tidak puas dan ingin lebih. Sudahkah kita bersyukur, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun? Sudahkah kita menyatakan kata "tetapi yang kudus" itu? Mari kita belajar untuk bersyukur dan bersukacita karena Tuhan tetap menjaga kita dalam kondisi apapun sampai saat ini.

Senin, 06 Mei 2013

God's Word : Love Is Blind

Dorm Room
0745 hours
1 Kings
Chp 11 : 1 - 14

"Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah - allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya."
- 1 Raja - raja 11 : 4


Cinta berjuta rasanya. Kita bisa merasakan perasaan yang indah pada saat jatuh cinta, tapi cinta itu juga bisa membutakan kita. Kadang kita rela melakukan apapun demi cinta, bahkan (maaf) tahi kucing pun berasa coklat. Salomo menjadi korban dibutakan oleh cinta. Dia mencintai para gadis asing, yang sebenarnya Tuhan tidak mengijinkan orang Israel manapun untuk bergaul dengan mereka, apalagi sampai menikah dengan mereka karena mereka akan condong hatinya kepada ilah lain (Ay .2). Salomo tetap saja bersikeras untuk menikahi 700 gadis yang akhirnya jadi isterinya, termasuk gadis - gadis dari bani Moab dan bani Amon, yang adalah kaum penentang Allah, dan mereka tidak pernah dihitung sebagai bagian dari jemaat Allah untuk selamanya (bdk. Neh 13 : 1). Bahkan sampai Tuhan menampakkan diri kepada Salomo sebanyak 2 kali, dia tetap tidak mau taat, yang pada akhirnya berakibat buruk kepada Salomo sendiri.

Refleksi:
Mungkin kita dalam menjalin hubungan atau yang masih mencari pasangan hidup, kita sering menjadi pasangan yang tidak seimbang. Begitu banyak kasus dimana orang - orang akhirnya menjual iman mereka demi cinta, bukan hanya kepada orang, tetapi kepada status pekerjaan, uang, dan sebagainya. Apakah kita sebagai orang percaya mau tetap berpegang kepada Allah dalam segala hal meskipun itu susah, ataukah kita ingin mengambil jalan pintas untuk mendapatkan kemakmuran sesaat di bumi ini dengan menjual iman kita yang berakibat fatal sampai selama - lamanya? Belajarlah dari Salomo, dimana kita harus tahu mana yang baik di mata Tuhan dan mana yang tidak berkenan di mata Tuhan, sehingga dalam hidup kita sehari - hari pun, kita bisa memuliakan nama-Nya.

Selamat pagi, semoga terberkati. Amin.

Minggu, 24 Maret 2013

God's Word : Understanding God's Plan

Dorm Room
0934 hours
Luke
Chapter 19 : 28 - 44

Alangkah baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!  
- Lukas 19:42 -

Kehendak Tuhan tidak dapat kita selami secara dalam, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengetahui kehendak Tuhan. Tuhan malah menghendaki kita untuk mengerti tentang rencana-Nya bagi dunia. Tapi, terkadang kita salah menafsirkannya, sehingga terkadang maksud Tuhan tidak bisa tersampaikan kepada kita. Hasilnya kita akan menjadi kecewa dengan jawaban yang kita terima. Mari, dengan bersama - sama, kita berjuang untuk mencari tahu kehendak Allah, sehingga kita tidak kecewa terhadap pencobaan dunia dan menyalahkan Tuhan, melainkan akan tetap bersyukur di segala hal yang Tuhan berikan kepada kita.

Komitmen saya:

Setia untuk membaca Firman Tuhan, mau melaksanakan PA Pribadi, dan mengatur kembali waktu teduh dan doa pribadi.

God's Word : True Christian

Dorm Lobby
0037 hours
1 Peter
Chapter 4 : 12 - 19

"Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat."
- Matius 10 : 22 -

Kristen bila diartikan secara harafiah, berarti "Kristus kecil". Kristen berarti orang - orang percaya yang memegang perintah Allah dan memancarkan citra Kristus terhadap sesama manusia. Seorang Kristen yang sejati selalu menjaga kelakuannya tetap bersih (berintegritas) meskipun dalam masa - masa sulit dan penolakan yang mungkin terjadi kepada orang - orang yang menjaga integritas Kristen-nya. Tetapi, itulah artinya menjadi Kristen. Kita harus menjadi terang, meskipun mungkin banyak orang yang tidak menerima terang itu. Injililah dunia ini sehingga bisa diselamatkan oleh Allah.

Komitmen saya:

Belajar untuk memberanikan diri untuk ber-PI apapun kondisi yang kita hadapi. Biar kiranya penginjilan bukan hanya sekedar yang penting jemaatnya tambah banyak, tetapi biar orang - orang yang diselamatkan juga semakin banyak. AMEN.

Jumat, 22 Maret 2013

God's Word : Be The Light

Dorm Room
0839 hours
Revelation
Chp 1 : 12 - 20

"I turned round to see the voice that was speaking to me. And when I turned I saw seven golden lampstands"
- Rev 1 : 12 (NIV) - 

Bila kita merujuk pada tulisan Wahyu ini, kita bisa melihat bahwa ketujuh kaki dian tersebut adalah ketujuh jemaat yang diberikan Firman Tuhan. Ketujuh kaki dian yang diberikan terang untuk bisa menerangi seisi ruangan, dalam hal ini : Dunia. Kita sebagai orang - orang percaya juga diberikan terang itu, agar kita senantiasa menerangi yang gelap, bukannya membakar mereka. Jadilah terang yang diletakkan diatas kaki dian, supaya terang itu dilihat semua orang (bdk. Mat. 5 : 16).

Komitmen saya: Menjadikan diriku terang di antara teman - teman kuliah saya dan tergerak untuk menginjili yang belum percaya lewat perbuatan dan perkataanku.

Selasa, 05 Maret 2013

God's Word : Being Lazy is A Sin.

Dorm Room
Proverbs
Chp 13 : 1 - 6

"A sluggard's appetite is never filled, but the desires of the diligent are fully."
- Proverbs 13 : 4 (NIV) -

Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh sedikitpun bersikap malas, baik itu dalam kerja kita maupun dalam kehidupan pribadi kita. Kita seringkali merasa malas untuk melakukan sesuatu hal yang sebenarnya berguna bagi kita karena kita lebih tertarik untuk hal - hal yang sesungguhnya kurang berguna, bahkan tidak ada faedahnya sedikitpun. Ini sering terjadi dalam kita membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Kita sering malas saat teduh dan sering menunda - nunda waktu saat teduh kita. Salomo juga dalam Amsal 13 : 1- 6 mencela orang - orang yang malas. Orang - orang yang malas tidak akan mendapatkan apa - apa, sedangkan orang - orang yang rajin akan diberikan kelimpahan karena jerih lelahnya (Ams 13 : 4).

Komitmen saya :
Berusaha untuk tidak malas - malasan, dan belajar untuk tidak menunda - nunda dalam mengerjakan tugas dan bersaat teduh.

Senin, 04 Maret 2013

God's Word : Made in Christ

Pembicara : Kak Binsar
Exposisi Yeremia 18 : 1 -12

Jika kita melihat dari perikop ini, kita bisa melihat kondisi dari umat Israel , terlebih khusus suku Yehuda pada zaman itu. Suku Yehuda melakukan tindakan - tindakan yang mendukakan hati Tuhan, seperti menyembah dewa - dewa asing, dan mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam memutuskan sesuatu. Tuhan sangat kecewa terhadap Yehuda, karena itu melalui Yeremia, Tuhan mau menyampaikan pesan kepada Yehuda. Yeremia disuruh pergi ke rumah tukang periuk, dan disana Tuhan berfirman kepada Yeremia. Pada saat Yeremia melihat tukang periuk bekerja, Tuhan berfirman kepada Yeremia,"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!"(Yer. 18 : 6). Tuhan semata - mata mau membentuk mereka menjadi orang - orang yang berkenan di mata Tuhan, dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Tentu saja itu semua dibarengi niat yang mau berubah dari orang Israel sendiri. Tuhan mungkin merancang penghukuman untuk mereka, tetapi mereka memutuskan untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan, sehingga Tuhan menyesal telah merancangkan penghukuman kepada mereka. Tetapi, bila Tuhan merancangkan kebaikan kepada mereka, tetapi mereka bertindak melawan kehendak Tuhan, maka Tuhan akan menyesal telah merancangkan kebaikan kepada mereka (Yer. 18 : 7 - 10). Jika kita mengaitkannya dengan Roma 8 : 28 - 30, kita bisa melihat tentang penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan berkuasa membentuk kita, guna mendatangkan kebaikan, dalam hal ini penyertaan yang sempurna dari Bapa di Sorga. Keselamatan yang kita terima bukan sekedar jaminan bahwa kita akan masuk surga, tetapi penebusan juga bertujuan untuk memperbaiki citra Kristus di dunia yang telah rusak karena dosa, sehingga manusia menjadi semakin serupa dengan Kristus.Sudahkah kita memberi diri dibentuk sehingga mencerminkan citra Kristus?

Jumat, 01 Maret 2013

God's Word : "Learn To Motivate With Compliment"

Dorm Room
0737 hours

"It gave me great joy to have some brothers come and tell about your faithfulness to the truth and how you continue to walk in the truth."
- 3 John 1 : 3 (NIV) -

Sometimes, human was hard to speak compliment for the others. It's easy to criticize people than to compliment people. Let's learn to compliment others for their hard work. When we compliment them, even for the tiniest work, we motivate them to do their kindness more. It's a positive thing for us, also for the one who got praised. Let's learn to praise people. ^_^

Kamis, 28 Februari 2013

God's Word : "My Will to do His Will"

Dorm Room
0831 hours
2 Samuel 6 : 1-22

"David, wearing a linen ephod, danced before the LORD with all his might"
- 2 Samuel 6 : 14 (NIV) -

We can see that David did his best to bring the Ark of the Lord to his city. His first attempt failed because Uzzah did something wrong with the Ark, and it made God's angry, then He killed Uzzah. David didn't lose hope. He find some other way to bring the Ark. He put off his clothes, and he danced to praise the Lord, while the Ark was brought by the Priest. He always sacrificed an ox and a fatling for every 6 steps they take. Not even Michal's touts can make David stop.
In everything we do, we must do it with a strong will. A will that will reach to the God's holiness. Have you had the will like that?

"Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for men"
-Colossian 3 : 23 (NIV)-

AMEN

Rabu, 27 Februari 2013

God's Word : "Choose Me and left them, or choose them and left Me"

Dorm Lobby
0237 hours
Luke 14 : 25-35

 "If anyone comes to me and does not hate father and mother, wife and children, brothers and sisters—yes, even their own life—such a person cannot be my disciple."
- Luke 14 : 26 (NIV) -

 We, as a Christian, don't have any struggling to be a "follower", but how to be a "disciple" is main struggling for all Christian. Why?
Believing in Christ isn't because man's work, but because of God's work. This explains too that servant in the fellowship cannot make the person to repent, but only because of God's grace and mercy that makes them repent. To be a disciple of Christ means live like Christ, be like Christ, and think like Christ. If we see from Luke 14, there were many people who follow Jesus, but they don't have the right motivation to follow Him. Most of them believe in Him because of His miracles, not because of His teachings and they don't have the will to be His true disciples (John 6 : 26). They don't really know Him personally. That's why Jesus said to them,"“If anyone comes to me and does not hate his father and mother, his wife and children, his brothers and sisters — yes, even his own life — he cannot be my disciple." (Luke 14 : 26). This verse indicates that God wanted his disciples to make Him as The Only One, not The Primary One. If we say that He is the primary one, then we still have the secondary and many more. But, if we said that He is The Only One, then our love to God will become the largest than our love to everything in this world (even our own life), and to take commitment as a disciple, it has a price to pay, too. We have to prepare ourselves to leave everything, even our comfort zone, to take the risk in becoming Christ's Disciple. It's a huge price, but worth an eternal price, you know?
Sadly, more than 90% of the Christian all over the world don't realize themselves that they are the disciple of Christ. The truth is that they who has a title of "Christians" are disciples, and it can't be separated. It's really hard to be done, but it's worth try. Hmm nope. We have to do it. We are the disciples. We just being challenged by God. Will we take those challenge to be the true disciples, or will you reject it and leave God's love?? To be honest, I still struggling with the same thing, so let's work it out together. Fight to be a true disciple!!!

Reference: Preach by K' Meidy in Friday Fellowship - February 22nd, 2013

Selasa, 29 Januari 2013

God's Word : Ask for Wisdom

My Dorm Room
1446 hours
Jacob 1 : 1-8

In our daily life, we always have troubles, whether it's in our study, work, social life, family, etc. We always face the troubles that (sometimes) we think it's hard to be solved. It might be a test of faith (verse 1-3). We might upset with what we face, and we might always give up to the situation. But, if we want to stay calm and ask God for wisdom, we can overcome everything. Only one thing that required: Strong Faith. We need a strong faith to ask to God, and believe that He will make a way for everything.
This Words of God really give me a spirit to face the Exam that will be held starting today. I have so many fear about the examination, but one thing I believe that God will give wisdom to who was asking Him. Strengthen your Faith in Him, and He'll give you the Wisdom for every of your problem.

"Keep calm and ask God for Wisdom. That's the only way to solve the problem."

- AMEN -