Tampilkan postingan dengan label My Logs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Logs. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2013

My Log #32 : Hater?

My Dorm Room
1742 hours

"Haters gonna hate."
- Internet Meme Quote

Okay. So, umm, there are lots of love.... I mean lots of negative comments from all over the internet about several musician, such as 1D (One Direction), Justin Bieber, Taylor Swift, Miley Cyrus, and several artist from South Korea (especially from Indonesia). There are several comments about them that sounds unpleasant, like: "Their song sucks", "I'd rather die than listening to those s**t", "Two words, F*** you", etc. Well??

Okay. Honestly, as a fellow musician, I kinda disagree with you. It's got nothing to do with their songs, so they got hated or something. Their music does nothing, man. Well, maybe some songs gives bad interpretation and doesn't give any good effect to their listeners, but are all of them negative? Not really. For me, some of them still gives good interpretation, with good musicality. I mean, what is there to be hated? Hmm. If you don't like the music, just don't listen to it, and shut up. I mean, we don't need those swear words from you, haters. Every people taste of music is different. Even though I don't like Death Metal, it's not like I telling any swear words all over the internet about that, you know? Then, if you don't like it, change the playlist and shut up. You don't have to call 1D a group of gay guy or call JB a girl.

I spoke like this not because I am their huge fans. Honestly, I don't really listen to their song really often. But for me, their songs are good. I'm writing this log to express my feeling as a fellow musician. Best regards for you all. God Bless.

My Log #31 : "Bacod doang, mah."

My Room
1217 hours

"Mereka yang main tuh gak pro-pro juga. Banyakan cuma bacod doang."
- Me

Heran aku ngeliatin Indonesia. Sebagian besar orangnya tuh gede di bacod doang. Susah ngeliat diri sendiri udah bener apa kagak (gak semua lho ya. Aku masih tahu ada orang yang tahu diri dan bisa refleksi ke diri dulu). Mereka banyak ngeliat kesalahan orang, cibir orang, ngatain orang, dan sebagainya. Tapi, mereka sendiri gak pengen ngakuin kesalahan mereka. Maksudku, yang dilakuin udah bener, eh malah dibacod-in karena gak sesuai keinginan mereka (yang seringnya sih salah). Alhasil karena gak berhasil, mereka menyalahkan orang, bukannya melihat diri sendiri dulu. Mulai dari contoh simple kayak main DotA bareng sampai masalah - masalah dalam masyarakat kayak cibiran seorang pengacara terhadap salah seorang artis karena dinilai gak bisa ngurus anak dengan baik (yang gak tahu silakan cari beritanya di news.yahoo.com). Main DotA nih misalnya. Udah tahu masih pagi. Mentang - mentang pake Yurnero, masih LVL. 1 udah pake acara maju mau nge-kill. Asli nafsu. Pas mati, dia ngambek,"Woi Silencer, bantuin kek. Malah dibiarin.". Lha trus aku mesti ngapain? Mau di-support macam apapun juga susah. Ya kali bisa. Nyantai aja napa? Trus masalah si pengacara komentarin asuhan si artis. Coba liat diri deh bentar. Emang situ udah bener? Nge-tweet aja masih kayak ababil (ABG labil), komen segala macam. Memang gak ada manusia yang sempurna, tapi bukan berarti digituin juga, kan? Aku juga nulis ini dengan kesadaran bahwa aku juga gak sempurna kok. Hanya Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus yang sempurna. Jadi, jangan sok sempurna trus mau ngatain orang. Perbaiki diri dulu baru nasehatin orang. Best regards. God Bless.

"Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di matamu, padahal balok yang ada di matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
- Lukas 6 : 42

My Log #30: Single Forever.... Wait, Are You Serious?

Dorm Lounge
0200 hours

“You don't have to be part of a couple to be happy, you know.” 
 Phyllis Reynolds NaylorAlice Alone




"Serius kamu mau hidup single?"
"Kok gitu?"
"Apa alasannya?"
"Ah, kan masih muda. Toh ntar juga berubah pikiran."
"Coba deh digumulin dulu. Aneh sih kalo kau mikirnya kayak gitu."
"Jujur aja aku masih gak terima sih. Masa kau mau hidup single cuma karena kau ngerasa gak bisa?"

Semua reaksi yang aku dapatkan pada saat mengatakan "I wanna be single" sudah bisa ditebak (gak yakin itu memang kayak gitu atau aku yang akhir - akhir ini jadi cenayang ==" ). Yah, memang banyak yang (kayaknya) kurang setuju dengan pernyataan seperti itu. Bukannya di Kejadian 1 Tuhan bilang,"beranak cuculah dan bertambah banyak. Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu."? Okay. Memang Tuhan bilang seperti itu pada saat Dia menciptakan dunia ini. Tetapi satu hal deh yang aku tanyain. Nikah itu harus ya? Kalau misalnya harus, gimana dengan para pasteur, sister, acolyte dan priest yang gak nikah dan tinggal di monastery?

"Yah iya sih. Cuma kan aneh aja gitu lho. Gimana dengan keluargamu? Mereka bakal bereaksi apa? Memangnya kau gak rindu punya keturunan?"

Klo itu mah gak tau deh ya. Memang basically, aku itu lebih senang hidup sendiri. Agak susah untuk bisa hidup dengan orang lain yang dibilang sebagai "belahan jiwa" (ebuset dah. Dasar musisi ya? Bahasanya puitis gitu). Kalo mau bilang reaksi keluarga, pasti mereka juga shock sih kayaknya. Tapi, selama itu adalah sesuatu yang bisa aku pertanggungjawabkan, aku rasa mereka bisa mengerti. Toh juga kalau misalnya aku pengen nikah, tapi kalau akunya gak bisa tanggung jawab, sama aja bo'ong kan? Gitu sih. Intinya untuk sekarang jangan dulu sih. Aku gak pengen urusin cinta - cintaan dlu. Capek sih, kalau bisa dibilang jujur.

"Hmm memangnya kau gak ada niat sama sekali gitu buat nyari? Kan tahun ini banyak yang cakep - cakep tuh. Ya memang gak harus juga sih, cuma kan jadi salah satu bentuk persiapan buat kedepannya kan? Dimana - mana tuh orang itu pacaran dulu baru nikah, bukan nikah dulu baru pacarannya. Kan aneh?"

Oke, untuk yang ini sih rada aneh memang. Kalau mau dibilang, persiapan itu gak harus pacaran juga kok. Kalau pacaran, tapi gak saling merhatiin, atau kalaupun merhatiin, tapi gak benar - benar saling tahu satu sama lain kan sama aja? Pacaran itu sih menurutku gak bisa dijadikan satu bentuk "persiapan" untuk ke pelaminan. I'm sorry, but there's no way it can be like that. I'm very disagree with that stuff.

Yah, intinya sih, gak perlu punya pacar/tunangan lah untuk bisa bahagia. Belum tentu juga mereka yang menyebut diri mereka "couple" itu benar - benar bahagia. Jangan - jangan jadi "couple" cuma karena ada apa - apanya? Nah lho. Itu tuh yang bahaya. Mendingan kalau masih bisa, jalani aja hidupmu sendirian. Single itu banyak benefitnya lho (setidaknya sampai kalian mendapatkan pasangan hidup kalian). Best regard for you all. Buat yang udah jadi "couple", pacaranlah baik - baik, biar masing - masing bisa bertumbuh bersama dalam Tuhan. Itu baru mantap. Hhe. God Bless.

Minggu, 28 Juli 2013

My Log #29: Wisdom

Dorm Lounge
2353 hours

Wisdom (kebijaksanaan) menjadi sebuah hal yang diinginkan setiap orang untuk bisa menemukan arti hidup yang sebenarnya, dan juga digunakan untuk dapat menghadapi setiap masalah yang ada secara baik dan tepat. Sebagai seorang Kristen, tentu kita tahu tentang cerita Salomo yang menghendaki kebijaksanaan dibandingkan dengan kekayaan dan kejayaannya. Sesuatu yang penting ya?
Bagiku, kebijaksanaan merupakan proses "berpikir seperti Allah". Maksudnya disini bukan berarti kita menjadi Allah, tetapi kita berpikiran selaras dengan kehendak Allah, sejalan dengan apa yang Allah inginkan dari kita untuk kita lakukan. Apapun yang baik berasal dari Allah, kan? Karena itu, pada saat kita melakukan sesuai kehendak Allah, kita dapat dibilang "bijaksana" dalam menghadapi sesuatu masalah. Tuhan tidak menghendaki kita untuk marah, tetapi menghendaki kita untuk sabar dan tetap mengasihi walaupun dalam tekanan yang berat. Tuhan tidak mengajarkan kita untuk membenci orang karena suatu masalah, tetapi belajar untuk mengasihi orang itu agar dia tidak mengulangi dosa yang sama, dan dengan kasih mengajar orang itu. Itulah kebijaksanaan yang sejati. Tentulah untuk mencapai hal itu tidaklah mudah. Terkadang apa yang Tuhan kehendaki, tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, sehingga kita jadi tidak bijaksana dalam mengambil langkah kedepan, dan akhirnya jatuh kedalam dosa. Tetapi, selama kita mau mengakui kesalahan kita di hadapan Tuhan, Tuhan mau menuntun kita sehingga kita menjadi jauh lebih bijaksana dari yang sebelumnya. Sudahkah kita mempunyai kebijaksanaan yang sejati dari Allah?

"Kebijaksanaan adalah menyelaraskan pikiran kita dengan kehendak Allah atas hidup kita."

Rabu, 24 Juli 2013

My Log #28: Have I?

My Dorm Room
0035 hours

"Do the right things, and do that things right."


Tonight, my mind is full. I can't even think well. Actually, I can't even write tonight, even though I do want to write. Well, what do I want to say is If you want to clear something, do the right things, and do it right. Don't mess up. It'll worsen the problem.

But, well, as the title said, have I done it yet? Well, somehow I did, but sometimes I didn't. I feel ashamed to myself when I remembered this sentence again. Have I? I don't know.

I don't write much tonight. So, oyasuminasai.

Selasa, 16 Juli 2013

My Log #27 : In The End....

My Dorm Room
1058 hours

"Once a loner, always a loner."
- Unknown

There was a man who wandering alone. He don't have any companies or allies with him. Even though there were a lot of people surrounding him, he would feel alone. He wasn't used to work with others. He used to work with himself, and so he can't cooperate with others very well. When he got some friends, at first he was so happy. But then, it's all just like an illusion. They won't stay long. Whether some of them have find another allies, or made a family. In the end, this man is a loner 'till forever. That's what he have in his mind up until now. When he go with his friends, he feel hollow inside his heart. He cannot enjoy hang out with his "friends". He's like don't know what to do there. He was feeling awkward, and so he rejected them everytime they asked him to join them in their hang out. Yes. Once a loner, always a loner 'till the end. Being betrayed is his daily life, and walking by his 2 feets only is his activity everyday. In the end, he cannot trust nobody but himself and God that he pray to.


Sad? Not really. He thinks it's better this way.

Jumat, 12 Juli 2013

My Log #26 : A Game Entitled "Reality"

My Dorm Room
2248 hours

"The choice is yours. The path is open. Choose wisely."
-
Me

Imagine that we lived in a kind of "game". We are the players without controllers, joysticks, keyboards, mice, consoles, machines, etc. We don't need that kind of things, not even an CD or DVD to run the "game". No save/load system. Everything's going through non-stop. We can develop our "states", such as Strength, Agility, Intelligence, Vitality, Dexterity, Charm, etc (except Luck. It depends). We may have as much strength as we could in order to lengthen our "hit-points", but we only have 1 life, and there won't be any spares. Once we dead, it'll be "Game Over" for us, and no restarting. Each path that we took cannot be rolled back, and we have to "play" along with it until the end. This is a "game" of life. It's called:

REALITY
1 Life, 1 Path, No Way Back

We're now playing "Reality". Have you choose wisely?

Selasa, 04 Juni 2013

My Log #25 : Well, You Think?

Dorm Room
2245 hours

"Sebenernya gw bisa main piano, dan banyak orang-orang yang suka dengan permainan gw. Tapi, menurut gue, di Indonesia jurusan musik itu belum berkembang pesat. Sayang kalau gw ngambil jurusan musik di Indonesia."
- Melissa Dharmawan - Pianist/Composer/Writer @ http://meldharmawanblog.blogspot.com

Okay. Somehow aku setuju dengan kata - kata itu. Harus kukatakan bahwa di Indonesia, musik rasanya kurang dihargai. Musik - musik berkualitas (atau mungkin bukan cuma musik saja, tetapi hampir semua hal yang berhubungan dengan 'seni') kurang bisa dilihat. Banyak orang menganggap musik - musik sekelas classic, jazz, dan semua kawan - kawannya itu kurang "asik" di telinga. Mereka lebih senang mendengarkan lagu - lagu yang terkesan cengeng dan childish ketimbang mau mendengarkan lagu - lagu yang sangat mendalam maknanya. Mereka lebih senang mendengarkan lagu - lagu yang "enak didengar" (or at least bisa bikin mereka joged - joged meskipun berantakan abis) ketimbang lagu - lagu yang dikemas dengan sangat apik dan teratur. Bahkan yang lebih ekstrim adalah banyak orang (khususnya ABG labil) yang pergi nonton konser/nonton video clip suatu lagu atau band hanya karena ingin melihat ketampanan wajah singer/vocalist-nya, bukan karena benar - benar suka akan lagunya. Aku sendiri bingung harus berbuat apa menghadapi yang seperti ini. Mau dibilangin juga susah. Gak ada pedulinya sama sekali. Diajarin yang bener malah jadi bebal. Wew piye iki?

Yah, anyway, sebagai seorang yang cukup concern dalam hal ini, aku cuma bisa melakukan yang terbaik agar aku juga gak jadi sama dengan orang - orang itu. Bagaimanapun makna dari suatu lagu harus benar - benar disajikan dengan aransemen yang menarik dan juga kaya, tapi tidak menghilangkan makna aslinya. Salut buat musisi - musisi yang telah bekerja keras demi mempertahankan hal itu.

Sabtu, 27 April 2013

My Log #24 : Invincible

Dorm Room
0100 hours

Sometimes I feel like I'm invincible
Sometimes, sometimes I feel like I'm incredible
Sometimes, when I don't use my head
When I don't use my mind
When I don't think it through
I guess I'm invincible

- Destorm ft. Ray William Johnson and Chester See - Invincible - 

Saat aku mendengar lagu ini, aku sering mikir sih. Kita juga sebagai manusia kita pernah ngerasa kita bisa melakukan segala macam hal di dunia ini. Kita sering berpikir bahwa kita bisa melakukan semuanya. Memang benar sih. Kita selama mau belajar, kita bisa melakukan segala hal yang terjadi sekarang. Tetapi, kita seringkali bersikap sombong, sehingga tanpa kita memikirkan pengaruh jangka panjangnya, kita seringkali mau melakukan sesuatu caranya sendri. Kita tidak memikirkan apa pengaruhnya bagi orang lain. Kita hanya berpikir tentang diri kita dan faedahnya kepada kita seperti apa. Kita mungkin bisa mendapatkan apa yang kita mau untuk sekarang, tapi kedepannya apakah masih sama lagi? Seorang yang menyatakan dirinya kuat, sebenarnya mereka lemah di dalamnya. Merekalah yang sesungguhnya gak "invincible" dan kudu dibimbing. Janganlah kita berjalan sendiri, terlebih khusus kepada kepelayanan. Pelayanan kepada Tuhan bukan berarti kita ngelakuin semuanya seenak jidat kita, tapi bagaimana kita benar - benar tau apa Tuhan mau agar persekutuan kita, sehingga kita juga sebagai pelayan bisa melayani pada Tuhan dengan sungguh dan benar - benar fokusnya kepada Allah sendiri. Sudahkah kita menyadari kekurangan kita, agar kita menyerahkannya kepada tangan Tuhan, ataukah kau sudah mengetahui misalnya masalah ini sudah ada penyelesaiannya, tapi kenapa tetap kita nanya lagi ya? Apakah kita cuma sekedar saja pelayanannya, lalu lenyap?"

My Log #23 : Kok Resah Ya?

Dorm Lobby
2351 hours

"Dia memandang handphone-nya setiap 1 menit sekali, berharap akan ada suatu message yang dinantikan"

"Aduh kok lama ya? Apa dia udah tidur kali ya?" Dia membatin dalam hatinya. Dia kayaknya sangat mengharapkan suatu balasan dari orang itu. Diapun melirik handphone yang tergeletak di dekat kakinya semenit sekali, berharap akan bergetar dan memunculkan message yang dia harapkan.
"Kok aku jadi resah ya? Padahal itu cuma message lho. Kok aku kayaknya sangat mengharapkan balasan dari dia sih? Kok message-ku belum di-read ya? Dia kayaknya udah tidur deh. Ya udahlah." Begitulah dia berpikir dalam hatinya. Gak bisa dipastikan sih apa yang sebenarnya dia rasain dalam hatinya. Tapi kayaknya dia mempunyai suatu pengharapan yang dia simpan dari message tersebut. Apakah dia mempunyai suatu perasaan tertentu terhadap pengirim message itu, ataukah ada suatu informasi dari message itu sendiri? Tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang mengetahuinya. Hah berharap aja semoga dia tidak terlarut - larut dalam keresahannya itu.

Rabu, 10 April 2013

My Log #22: Seni Naik Angkot A La Jakarta

Dorm Room
0317 hours

"Naik selamat, turun belum tentu selamat."

Okay. Jadi sudah cukup lama saya tidak nge-ubi (baca: nge-post) di blog ini, sehingga untuk sekarang saya tidak akan membukanya dengan sebuah postingan khotbah (karena udah cukup sering). Hari ini kita akan mengulas mengenai angkot. Nah lho. Ini cukup unik sih menurutku, karena rupanya naik angkot di Jakarta itu ada seninya juga (meskipun kalo bisa dibilang cukup ngeri).

Tadi sore, aku baru aja pulang dari persekutuan besar gabungan dari kampus - kampus yang ada di Jakarta Barat, dan aku seringnya naik angkot untuk balik ke kostan. Nah, gilanya gini. Kalo di Manado tuh, orang bener - bener dianggap orang, alias penumpangnya dikasih tempat duduk (seenggaknya gak ada yang berdirilah, atau sampe harus sempit - sempitan segala). Giliran di Jakarta, orang dibikin kayak barang. Jadi, meskipun busnya udah terisi penuh semua tempat duduknya, si supir ama kenek masih aja narik - narikin penumpang, sampe - sampe ada yang berdiri, dan itu bukan cuma 2-3 orang gitu. Yang berdiri malah sampe bisa sesak - sesakan. Gak nyaman banget dah =_=". Udah gak muat harusnya, masih aja dipaksain biar bisa muat. Alhasil, yang sedang duduk, pas mau turun jadinya rempong. Harus terobos orang - orang yang dempet - dempetan berdirinya (apalagi kalo bawa barang banyak/barang gede. Pasti rempong banget). Parahnya lagi, diangkot itu ada orang - orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Misalnya, udah berdiri di belakang cewek gitu, trus pegang - prgang tasnya untuk dimaling, atau mulai pegang - pegang bagian b***ng nya si cewek buat cari "kenikmatan" (celakanya kejadian itu korbannya temen sepelayananku). Makanya itu jadinya gak enak kan? Sungguhpun, belum ada pergerakan pemerintah untuk menindaklanjuti setiap hal tersebut. Memang sih masih banyak yang mau diurus ya? Tapi seenggaknya perhatiin dong yang jadi masalah umum yang cukup mengganggu (at least bagi saya sih ini cukup mengganggu). Gitu deh. Pesanku adalah: Hati dengan angkot. Jangan langsung percaya supir angkotnya. Bisa jadi dia berniat jahat sama kau, apalagi kalo anda adalah cewek. Berhati - hatilah. Adakah dari teman - teman yang ingin sharing pengalaman waktu naik angkot? Yumare sharing ^_^. GBu.

Sabtu, 23 Maret 2013

My Log #21 : Excuse -> Is That Allowed?

Dorm Room
1803 hours

"Never make excuses. Your friends don't need them and your foes won't believe them."
 - John Wooden -

Okay, so today was a tiring day, and I got my temper up again. I'm disappointed with some of my co-workers (not the one that I ever mentioned in my previous logs, actually. Don't get it mixed). Some of them make some excuses in doing the task, while the deadline is near, and they do it so rough while they try to push me for participate more. Honestly, I have so many to think right now, but I tried to not make them as an excuse to skip my current tasks. At least, I can finish it at the due date, and post it, so the others can read it and study it. But, they did their tasks at the last minute, while I asked them to post it at noon, so the others can read it too. It's important, yet it's finished at midnight. What the heck?
Okay. I do admit that I also try to make some excuses for several jobs. But, I always tried to make sure that it can be finished at least a day before the deadline, so we can prepare for the next assignment. But, because they always tried to make some excuses, as a result, we couldn't do the task properly, and being stuck in some questions. Well then, I don't know anything, and I don't care. Do what you like. I'm outta here. There's more that I have to finish, not just you.

Minggu, 17 Maret 2013

My Log #20 : Confused

Dorm Room
0922 hours

"I'm confused. What should we do?"

I can't even think straight for the last few days. Many things happening.  Many problems occurred. I don't even know how to handle it when they come at me at the same time, and it's making me stress. I never felt any stress like this before. I can't even control my emotion and yet I can't keep my attitude in front of the people, and now, some problem are being placed in front of me, and seems like I have to "take care of it" no matter what it takes. The truth that I saw with my own eye makes me think twice in figuring out how to treat this "bastard". His attitude is really getting on my nerves. He's thinking that if we came to join them, all of the problem would be solved. Dude, you're wrong. We are considered human, and it's not like we can take care of everything, OK? We want you to think too. We don't want you to become lazy and then just take any advice without thinking about it. It'll be more fun if we can think for the solution together, right? Besides, not all of us can give any ideas for your problems. So, don't you ever feel that we are superhuman that can solve everything, and keep your ambition, man. Your ambition will kill you for sure. Just don't do it. It's dangerous.

My coworker also tasting some bitterness. I don't even know why. It's just happens. We can't even make a move now. Any move that we will take will be considered wrong move, and that's fatal. So, what should we do? I'm confused. God, help us. We can't overcome this obstacles without You. :'(

Kamis, 14 Maret 2013

My Log #19: Only By Faith.

Dorm Lobby
0108 hours

"Faith keeps the person that keeps his/her faith"
- Anonymous -

Pada saat kau yakin dan meyakinkan orang lain untuk bisa percaya pada penyertaan Tuhan dan kekuatan Tuhan yang diberikan, sebenarnya kita sedang mengajarkan orang lain cara untuk menjaga imannya. Pada saat seseorang benar - benar berserah kepada Tuhan, dia menyerahkan seluruh pergumulan yang dia hadapi untuk di-handle sama Tuhan, dan dengan demikian seseorang telah menjaga imannya tetap teguh kepada Tuhan. Apa jadinya bila seseorang sudah tidak yakin akan kuasa Tuhan, sehingga dia menggunakan kekuatannya sendiri untuk menjalani hidup? Apa yang akan terjadi pada saat dia menghadapi kesulitan? Tentunya dia akan terjatuh dan tak bisa bangkit lagi (bah lirik lagu banget). jangan menganggap dirimu cukup berhikmat untuk menghadapi suatu permasalahan. Bawalah selalu ke hadapan Tuhan. Dia tidak akan memberikan jawaban secara langsung, melainkan mengajak kita untuk berpikir dan mencari jalan itu juga. Sudahkah kita menyerahkan setiap kekuatiran kita kepada Tuhan?

Selasa, 12 Maret 2013

My Log #18 : Ambisi merusak segalanya.

Dorm Room
2203 hours



"Orang yang mengerjakan sesuatu dengan ambisi yang berlebih akan menghancurkan dirinya sendiri."

Siapa sih yang gak mau diterima? Siapa coba yang pengen ditolak dari komunitas tempat dia berkembang? Pasti gak enak lah ya. Tapi, jangan sampai untuk hal itu, kita harus melakukan hal - hal extreme, misalnya berkeras untuk suatu hal supaya bisa diterima oleh orang lain. Itu malah akan bikin jengkel. Sebenarnya kalau pendapat orang lain lebih tepat, kenapa tidak mengalah aja? Ada saatnya mengalah kan? Jangan mengharapkan jabatan. Itu semata - mata hanyalah anugerah. Seharusnya pikirkan baik - baik apa yang akan kau hadapi pada saat kau akan menerima sebuah tugas, karena tugas itu, bila diterima olehmu, akan dipertanggungjawabkan olehmu juga bila telah selesai dilaksanakan, dan bukan hanya kepada manusia, tapi kepada Allah yang memberi "tugas" tersebut secara tidak langsung. Jangan mengharapkan sesuatu karena ambisi. Itu tidak baik. Pikirkanlah baik - baik.

Kamis, 07 Maret 2013

My Log #17 : If...

Anggrek Food Court, 1st Floor
1603 hours
 
"If I were you..."
I'll do it my own way despite in listening to the others.
"If time can be reverse..."
I'll redo everything so there'll be no mistakes.
"If I was alone in this world..."
That would be sad, but it's OK. At least I can do everything that I want on my own.
"If I was never been born"
Maybe this world would be better.
"If I never knew them..."
I wouldn't be sad like this.
"IF(value==0)"
That's coding, you idiot!!! -_-'
"If I know things will turns out like this..."
I wouldn't do it in the first place.

Eventually, this is the reality. It's just what ifs. Face the truth. It's sad, but bear with it.

"What's your ifs?"

My Log #16 : Mistreatment

Dorm Room
0935 hours

"Padahal aku gak sengaja, tapi koq dia marah sih? Sampe segitunya lho"
- Anonymous - 

Dunia memang sudah bobrok dengan keberadaan orang - orang berdosa yang hidup merajalela didalamnya. Melihat itupun aku sudah muak. Muak melihat orang - orang yang mendekati orang lain hanya karena mereka mempunyai suatu tujuan tertentu, sehingga setelah orang tersebut tidak ada gunanya lagi bagi mereka, mereka dengan seenaknya akan membuangnya. Kasihan sih, cuma apa mau dikata?  Kenyataan yang terjadi adalah seperti itu, dan aku tidak segan - segan untuk meng"unfriend" orang seperti itu dari kehidupanku. Aku tidak peduli. Meskipun mereka itu ada co-workersku, tetapi mereka tidak layak untuk mengetahui tentang aku dan untuk berteman dengan aku. Mereka hanya akan membuatku semakin depresi dengan perkataan - perkataan manis mereka, yang ujung - ujungnya akan berakhir dengan sebutan,"Kamu udah gak diperluin lagi. Ngapain kesini? Sana. Gak penting banget tau gak?". OK. You know what? I've sick of you, and I don't wanna hear any single words coming out from your mouth. Don't look for me and just leave me alone. You don't need me anymore, don't you? Sedih sih, tapi kalo udah kepahitan kayak gini, mendingan aku pergi aja dari mereka. Biar semuanya jadi baik.

Rabu, 06 Maret 2013

My Log #15 : There's still HOPE

Lobby

"There's always hope in our life.... We have God"
- Hope (GMB) -

I'm so glad today. I thank God for everything He did for me. He shows me many ways to handle every though situation I faced. I almost give up and let myself lose, but then my friend warned me. He said,"Don't push yourself, bro. Don't change into somebody else to be accepted. Be yourself.". It might hurting me a little, but I'm glad that there's someone who still care to warn me. Thanks brother. I know I'll be needing you during this hard time. Thanks God to give me some awesome friends. Thank you. :')

Senin, 04 Maret 2013

My Log #14 : It's a lie.

Dorm Room
2240 hours

"Your whole life is a lie. Remember that."

"A lie? What do you mean? We are indeed living here. Why you telling us that it's a lie?". Well, you know what? You can't expect someone to be trusted in this world. They're either take things that they want from you and leave, or stabbing you from behind. They may said that they care about you, but it's just they want to find out things about your personal problem and make fun of it. They seems to be close to you, but then after they got what they want, they'll dump you and telling you to stay away from them. This whole damn thing is a lie, bro. Don't trust people. They have sins. Trust God. He's the Almighty.

My Log #13 : It's Simple.

BS302
1020 hours

"Believe it or not, a simple question can open anything"

I was talked to my friend about service in campus fellowship, when suddenly the conversation was connecting to personal. I finally know about the real face of a certain person. I don't even think my simple question can open anything that I need to know. Now that I already know that, I finally know how to treat them. This world doesn't really as paradox as it seems. Some argument will be accepted and the others will be rejected. We just have to discover which one is compatible with the actual situation.