Anak itu....
datang dengan tampang lugunya yang memperlihatkan bahwa dia tidak tahu apa - apa akan dunia ini, not even the smallest thing. Dia datang hanya dengan suatu penglihatan bahwa dia akan melakukan apa yang dititahkan kepadanya dari kedua orang tuanya.
Anak itu....
Mengerjakan begitu banyak pekerjaan. Diapun melihat suatu kelompok yang sangat besar, dimana terdapat banyak orang dengan banyak talenta yang terlihat keren. Dia ingin sekali menjadi seperti itu, karena semenjak dulu, dia pernah berusaha untuk mewujudkan impiannya itu melalui suatu kelompok, yang akhirnya mengkhianatinya, dan diapun meninggalkan mereka. Saat melihat kelompok itu, diapun tertarik dan dia mengikuti mereka.
Anak itu....
seiring berjalannya waktu, dia kemudian telah bertumbuh dewasa, dan menjadi orang yang mengerti banyak hal. Semakin hari, matanya semakin terbuka akan keberadaan dunia ini. Diapun mulai merasakan hal - hal yang aneh yang kemudian menjadikan dia sangat penasaran dan membuatnya mencari tahu lebih dalam lagi mengenai rahasia dunia ini...... dan juga rahasia terbesar dari kelompoknya.
Anak itu....
terkejut dan shock saat mengetahui bahwa rahasia terbesar itu merupakan hal yang sangat buruk dan telah dipertahankan cukup lama. Dia yang awalnya bisa mempercayai orang, kini menjadi sangat sulit mempercayai orang lain. Dia mulai mempertanyakan keberadaan orang yang ada disekelilingnya. Anak itu berpikir apakah dia harus melanjutkan perjalannya sendiri ataukah dia harus membagi penderitaannya itu kepada orang lain?
Anak itu....
setelah mengetahui hal tersebut, dia kemudian mempersiapkan dirinya sampai kepada kemungkinan terburuk, dan mulai menyusun rencana untuk bisa merubah segalanya, mengembalikan semua hal yang seharusnya ada dalam kelompoknya itu, sehingga kelompok itu bisa menjadi suatu kelompok yang dia pikirkan selama ini. Kelompok yang harusnya menjadi tempat dimana setiap orang yang berada didalamnya merasakan aman satu sama lain, tanpa ada yang saling menjatuhkan.
Dia maju sendirian, meskipun dengan banyak orang yang ada disekitarnya, dia tidak peduli. Apa yang harus dia capai, itulah yang ada didalam pikirannya saat ini. Akankah dia berhasil memberikan perubahan besar dengan power kecil yang dia punya? Akankah Tuhan berkenan kepada usahanya untuk memberikan perubahan dan merombak segala macam keburukan itu? Semua itu hanya Tuhan yang tahu.
Minggu, 20 Oktober 2013
Senin, 23 September 2013
Single Player
There are a lot of games in this world that use "multiplayer" features. People ganking with their friends and do stuff together, clear missions, wars, etc. It might be useful in your gaming life, considering games like DotA, HoN, LoL, CS, CoD, and many more games require a good teamwork. But in daily life, sometimes you have to play it "singleplayer" in order to survive. That means don't trust people at all. They just bring you disappointment and you'll regret your desicion. Don't trust people. No one's worth it. Not even me.
Jumat, 13 September 2013
God's Word : Allah Tidak Perlu Dibela.
My Dorm Room
0730 hours
Matthew
Chp 26:47-56
"Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?"
- Matius 26:53
0730 hours
Matthew
Chp 26:47-56
"Atau kausangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?"
- Matius 26:53
Melihat perenungan hari ini, aku akhirnya mengerti akan kuasa Allah yang sesungguhnya. Banyak orang yang berusaha sekuat tenaga mereka untuk membasmi orang - orang yang dianggap "kafir" demi "membela" Tuhan mereka. Padahal, kalau dipikir - pikir lagi lebih jauh, memangnya segitu lemahnya ya Allah sampai - sampai harus dibela oleh manusia? Rasanya gak masuk akal. Dalam pembacaan hari ini juga, Petrus ditegur oleh Yesus ketika dia memutuskan telinga Malkhus dengan pedang yang dia bawa. Yesus (bila memang dia menginginkan untuk selamat dari pencobaan itu) bisa saja meminta Allah Bapa untuk mengirimkan sepasukan malaikat (mengingat dia adalah Anak Allah yang Tunggal). Tetapi, demi penggenapan janji Tuhan kepada umat manusia, inilah cara Yesus "membela" manusia dari Iblis, yakni dengan pengorbanan di kayu salib, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Nah, sekarang siapa yang dibela oleh siapa?
AMIN
Senin, 09 September 2013
My Log #32 : Hater?
My Dorm Room
1742 hours
"Haters gonna hate."
- Internet Meme Quote
1742 hours
"Haters gonna hate."
- Internet Meme Quote
Okay. So, umm, there are lots of love.... I mean lots of negative comments from all over the internet about several musician, such as 1D (One Direction), Justin Bieber, Taylor Swift, Miley Cyrus, and several artist from South Korea (especially from Indonesia). There are several comments about them that sounds unpleasant, like: "Their song sucks", "I'd rather die than listening to those s**t", "Two words, F*** you", etc. Well??
Okay. Honestly, as a fellow musician, I kinda disagree with you. It's got nothing to do with their songs, so they got hated or something. Their music does nothing, man. Well, maybe some songs gives bad interpretation and doesn't give any good effect to their listeners, but are all of them negative? Not really. For me, some of them still gives good interpretation, with good musicality. I mean, what is there to be hated? Hmm. If you don't like the music, just don't listen to it, and shut up. I mean, we don't need those swear words from you, haters. Every people taste of music is different. Even though I don't like Death Metal, it's not like I telling any swear words all over the internet about that, you know? Then, if you don't like it, change the playlist and shut up. You don't have to call 1D a group of gay guy or call JB a girl.
I spoke like this not because I am their huge fans. Honestly, I don't really listen to their song really often. But for me, their songs are good. I'm writing this log to express my feeling as a fellow musician. Best regards for you all. God Bless.
My Log #31 : "Bacod doang, mah."
My Room
1217 hours
"Mereka yang main tuh gak pro-pro juga. Banyakan cuma bacod doang."
- Me
"Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di matamu, padahal balok yang ada di matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
- Lukas 6 : 42
1217 hours
"Mereka yang main tuh gak pro-pro juga. Banyakan cuma bacod doang."
- Me
Heran aku ngeliatin Indonesia. Sebagian besar orangnya tuh gede di bacod doang. Susah ngeliat diri sendiri udah bener apa kagak (gak semua lho ya. Aku masih tahu ada orang yang tahu diri dan bisa refleksi ke diri dulu). Mereka banyak ngeliat kesalahan orang, cibir orang, ngatain orang, dan sebagainya. Tapi, mereka sendiri gak pengen ngakuin kesalahan mereka. Maksudku, yang dilakuin udah bener, eh malah dibacod-in karena gak sesuai keinginan mereka (yang seringnya sih salah). Alhasil karena gak berhasil, mereka menyalahkan orang, bukannya melihat diri sendiri dulu. Mulai dari contoh simple kayak main DotA bareng sampai masalah - masalah dalam masyarakat kayak cibiran seorang pengacara terhadap salah seorang artis karena dinilai gak bisa ngurus anak dengan baik (yang gak tahu silakan cari beritanya di news.yahoo.com). Main DotA nih misalnya. Udah tahu masih pagi. Mentang - mentang pake Yurnero, masih LVL. 1 udah pake acara maju mau nge-kill. Asli nafsu. Pas mati, dia ngambek,"Woi Silencer, bantuin kek. Malah dibiarin.". Lha trus aku mesti ngapain? Mau di-support macam apapun juga susah. Ya kali bisa. Nyantai aja napa? Trus masalah si pengacara komentarin asuhan si artis. Coba liat diri deh bentar. Emang situ udah bener? Nge-tweet aja masih kayak ababil (ABG labil), komen segala macam. Memang gak ada manusia yang sempurna, tapi bukan berarti digituin juga, kan? Aku juga nulis ini dengan kesadaran bahwa aku juga gak sempurna kok. Hanya Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus yang sempurna. Jadi, jangan sok sempurna trus mau ngatain orang. Perbaiki diri dulu baru nasehatin orang. Best regards. God Bless.
"Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di matamu, padahal balok yang ada di matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
- Lukas 6 : 42
My Log #30: Single Forever.... Wait, Are You Serious?
Dorm Lounge
0200 hours
“You don't have to be part of a couple to be happy, you know.”
― Phyllis Reynolds Naylor, Alice Alone
"Serius kamu mau hidup single?"
"Kok gitu?"
0200 hours
“You don't have to be part of a couple to be happy, you know.”
― Phyllis Reynolds Naylor, Alice Alone
"Serius kamu mau hidup single?"
"Apa alasannya?"
"Ah, kan masih muda. Toh ntar juga berubah pikiran."
"Coba deh digumulin dulu. Aneh sih kalo kau mikirnya kayak gitu."
"Jujur aja aku masih gak terima sih. Masa kau mau hidup single cuma karena kau ngerasa gak bisa?"
Semua reaksi yang aku dapatkan pada saat mengatakan "I wanna be single" sudah bisa ditebak (gak yakin itu memang kayak gitu atau aku yang akhir - akhir ini jadi cenayang ==" ). Yah, memang banyak yang (kayaknya) kurang setuju dengan pernyataan seperti itu. Bukannya di Kejadian 1 Tuhan bilang,"beranak cuculah dan bertambah banyak. Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu."? Okay. Memang Tuhan bilang seperti itu pada saat Dia menciptakan dunia ini. Tetapi satu hal deh yang aku tanyain. Nikah itu harus ya? Kalau misalnya harus, gimana dengan para pasteur, sister, acolyte dan priest yang gak nikah dan tinggal di monastery?
"Yah iya sih. Cuma kan aneh aja gitu lho. Gimana dengan keluargamu? Mereka bakal bereaksi apa? Memangnya kau gak rindu punya keturunan?"
Klo itu mah gak tau deh ya. Memang basically, aku itu lebih senang hidup sendiri. Agak susah untuk bisa hidup dengan orang lain yang dibilang sebagai "belahan jiwa" (ebuset dah. Dasar musisi ya? Bahasanya puitis gitu). Kalo mau bilang reaksi keluarga, pasti mereka juga shock sih kayaknya. Tapi, selama itu adalah sesuatu yang bisa aku pertanggungjawabkan, aku rasa mereka bisa mengerti. Toh juga kalau misalnya aku pengen nikah, tapi kalau akunya gak bisa tanggung jawab, sama aja bo'ong kan? Gitu sih. Intinya untuk sekarang jangan dulu sih. Aku gak pengen urusin cinta - cintaan dlu. Capek sih, kalau bisa dibilang jujur.
"Hmm memangnya kau gak ada niat sama sekali gitu buat nyari? Kan tahun ini banyak yang cakep - cakep tuh. Ya memang gak harus juga sih, cuma kan jadi salah satu bentuk persiapan buat kedepannya kan? Dimana - mana tuh orang itu pacaran dulu baru nikah, bukan nikah dulu baru pacarannya. Kan aneh?"
Oke, untuk yang ini sih rada aneh memang. Kalau mau dibilang, persiapan itu gak harus pacaran juga kok. Kalau pacaran, tapi gak saling merhatiin, atau kalaupun merhatiin, tapi gak benar - benar saling tahu satu sama lain kan sama aja? Pacaran itu sih menurutku gak bisa dijadikan satu bentuk "persiapan" untuk ke pelaminan. I'm sorry, but there's no way it can be like that. I'm very disagree with that stuff.
Yah, intinya sih, gak perlu punya pacar/tunangan lah untuk bisa bahagia. Belum tentu juga mereka yang menyebut diri mereka "couple" itu benar - benar bahagia. Jangan - jangan jadi "couple" cuma karena ada apa - apanya? Nah lho. Itu tuh yang bahaya. Mendingan kalau masih bisa, jalani aja hidupmu sendirian. Single itu banyak benefitnya lho (setidaknya sampai kalian mendapatkan pasangan hidup kalian). Best regard for you all. Buat yang udah jadi "couple", pacaranlah baik - baik, biar masing - masing bisa bertumbuh bersama dalam Tuhan. Itu baru mantap. Hhe. God Bless.
Senin, 29 Juli 2013
Ulas Lagu : Fake Doll
Dorm Lounge
0140 hours
0140 hours
Hallo. Selamat datang di rubrik baru dari blog ini, yakni "Ulas Lagu". Disini bukan cuma ulas lagu rohani aja koq, tetapi ulas banyak macam lagu (yang saya dengarkan atau saya mainkan tentunya). Sebagai pembuka, saya ingin mengulas lagu yang saya sering dengarkan beberapa hari terakhir ini. Lagu ini berbahasa Jepang, jadi saya akan mengambil teks versi Kanji, Romaji, dan terjemahan Bahasa Inggris. Sumber dari teks ini adalah http://www.animelyrics.com , jadi saya tidak mengambil sepeserpun keuntungan dari teks ini.
Oke. Kalo gitu. Ini teksnya:
Oke. Kalo gitu. Ini teksnya:
"Fake Doll"
HachioujiP (8#Prince) feat. Hatsune Miku
アナタが離れていくのが怖くて
Anata ga hanareteiku no ga kowakute
ポーカーフェイス いつも笑顔作って
POOKA FEISU itsumo egao tsukutte
Hontou no kimochi shiru no ga kowakute
Ningyou mitai anata no ii nari
でもそれじゃ届かない アナタの心の奥
Demo sore ja todokanai anata no kokoro no oku
平行線 どこまでも 触れ合うことはない
平行線 どこまでも 触れ合うことはない
Heikousen dokomademo fureau koto wa nai
だから気付いて欲しいの 見破って欲しいの
Dakara kizuite hoshii no miyabutte hoshii no
偽りの言葉 もういいの 苦しいだけなの
偽りの言葉 もういいの 苦しいだけなの
Itsuwari no kotoba mou ii no kurushii dake na no
Hontou no atashi o mitsukedashite hoshii no
もうアナタ以外 ありえないの
Mou anata igai arienai no
fake doll 終わりにしたいの
fake doll owari ni shitai no
Kizutsukanai koto nante muri na no wa wakatteru
Tsurai yo anata mo onaji kimochi na no kana
Oshiete yo tsutaete yo anata no hontou no kimochi
Tsukuri warai wa mou yada yo
だから気付いて欲しいの 見破って欲しいの
Dakara kizuite hoshii no miyabutte hoshii no
アナタを近くで感じたいの 傍にいたいの
Anata o chikaku de kanjitai no soba ni itai no
臆病なアタシを 救い出して欲しいの
Okubyou na atashi o sukuidashite hoshii no
もうアナタ以外 ありえないの
Mou anata igai arienai no
fake doll 終わりにさせてよ
fake doll owari ni sasete yo
だから気付いて欲しいの 見破って欲しいの
Dakara kizuite hoshii no miyabutte hoshii no
アナタを近くで感じたいの 傍にいたいの
Anata o chikaku de kanjitai no soba ni itai no
臆病なアタシを 救い出して欲しいの
Okubyou na atashi o sukuidashite hoshii no
もうアナタ以外 ありえないの
Mou anata igai arienai no
fake doll 終わりにさせてよ
fake doll owari ni sasete yo
Dari awal, kita melihat bahwa sang penulis lagu ingin menceritakan tentang seorang wanita yang menyimpan perasaan kepada seorang lelaki, tetapi dia takut lelaki itu mengetahui perasaanya. Makanya, dia selalu bersikap manis dihadapan lelaki itu. Tetapi, dia sadar jika dia tetap seperti ini, lelaki itu tidak akan pernah menyadari perasaan yang sesungguhnya. Karena itu dia ingin agar sang lelaki bisa mengetahuinya bagaimanapun caranya. Sang wanita tahu bahwa mungkin saja dia akan terluka hatinya. Tetapi, dia tidak ingin menunggu lebih lama lagi, dan ingin mengetahui perasaan sang lelaki. Dia mengungunkan agar sang lelaki berada di sisinya, selalu mendampinginya, agar dia juga tidak berpura - pura dan menyembunyikan perasaannya itu, dan menjadi "fake doll".
Pesan dari lagu ini: Jangan memendam perasaan terlalu lama. Sangan menyakitkan. Nyatakanlah dengan berani, apapun resikonya.
Sekian ulas lagu. Maaf bila jadi agak garing. Hhe. God Bless.
Langganan:
Postingan (Atom)