Selasa, 11 Februari 2014

The True Power

0010 hours
Reading Rooom

"Only those who try to resist temptation know how strong it is."
- C.S.Lewis

Hay hoo.. It's been a long time since I write in this blog. I wonder how long it has been. LOL. Today I want to share something that I just found today. Quite interesting for me.

I just read some article about "Is Your Brain Truly Ready for TV, Porn, or The Internet? (Click here to read it), and I find quote from C.S.Lewis. At the moment I see it, I think about it for a while. What did I do to overcome problems in my life? What did I do to overcome my struggles? What if my struggle doesn't have to take so long, but for some reason, I keep struggling for the same thing for years until now? You know what's wrong? Our biggest problem above all of this is laziness and we giving up so easily. Why so?

Let's say it like this: You struggle for some addicting sin, and you want to be released from it. Now I know that those kind of struggles cannot be overcame easily, but that doesn't mean we have to take forever to get over it, right? Sometimes, we just eventually gave up and keep doing the same thing over and over again. When we give up, we'll let those sins lead us, but when we try to be free from it, it might try to force you to get back to it. Imagine when you got tied. When you try to break free, you'll force the chain to break by pulling it, and the chain will become tighter as you pull it, until you are free, whether you got your own hands broken or the chain's broken. Then, you'll know the full strength of the chain, and you'll know that you can overcome those "chains" with your power. The same thing goes with your struggle and problems. When you try to be free from it, it will try to get you back to do the same thing. You can be free with a little bit "wounded" from the struggle or the struggle itself broke. Then, you'll know how strong it is, and you'll see that even though it's so strong, you can overcome it.

So, how's your struggling? Did you still trying to break free, or did you just give up and do what it wants you to do?

Rabu, 13 November 2013

Hi there! :D

Hai. Andrew here.
I'm so glad that you want to spend some of your time visiting my blog. I'm writing random stuff and some preaches about God. Hope you learn a lot from my posts, and you can share it if you like to, or you can give me some comments about my blog and stuff.

You can check me out on Facebook and Twitter. I'm also doing some piano recording in my free time, and upload it on SoundCloud. To get in touch with me, check me on this link down below:

Facebook: Add me
Twitter: Follow me
SoundCloud: Listen to me (a little bit dramatic. LOL)

Once again, thank you for checking my blog. Hope you enjoy it. God bless :D

Selasa, 12 November 2013

"What does it take to become a true hero?"

"What does a hero truly need?"
- Shopkeeper in DotA 2 -

Hari Minggu kemarin (10/11/2013), Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Kita semua mengingat jasa para pahlawan yang dulu berjuang mati - matian, mengorbankan segala yang mereka punya untuk bisa merebut kembali Indonesia yang mereka cintai, sehingga kita bisa hidup dalam kemerdekaan tanpa ada unsur penjajahan dari negara lain saat ini. Ini suatu hal yang baik, tetapi mirisnya adalah publik tidak melihat ke arah itu. Masyarakat Indonesia saat ini melihat para pejabat, menteri, dan orang - orang yang berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan hanya memikirkan enak perut mereka saja. Mereka tidak memikirkan orang lain, terlebih lagi kepada masyarakat yang membutuhkan pimpinan mereka. Menurut hasil survey LITBANG Kompas yang saya kutip dari Harian Kompas tanggal 11 November 2013, sebanyak 64,8 % menyatakan bahwa mereka yang sepatutnya dikatakan sebagai pahlawan adalah mereka yang rela mengorbankan kepentingan diri mereka, segala hal berharga yang mereka miliki, bahkan memberikan nyawa mereka demi kepentingan bangsa dan kebutuhan masyarakat. Beberapa waktu terakhir ini, begitu banyak penghargaan yang diberikan pada para menteri dari Presiden atas dasar pengabdian mereka selama 2 tahun lebih kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi yang menjadi masalah adalah kinerja para menteri ini yang sampai sekarang masih dipertanyakan. Udah bener ya kerja mereka? Hmm I don't think so.

Semangat kepahlawanan yang sesungguhnya di zaman sekarang ini sangat jarang ditemukan. Jangankan di urusan politik yang sangat besar, bahkan didalam persahabatanpun ada yang pada akhirnya hanya memikirkan dirinya sendiri, tanpa memikirkan kesulitan dari orang lain. Tidak ada yang mau berkorban buat orang lain. Bila dirasa bisa merugikan diri sendiri, dia tidak mau melakukannya. Agak miris sih melihat kondisi bangsa Indonesia yang mana orang - orangnya bersikap egois dan bahkan ada yang sampai tega menindas orang lain hanya untuk memuaskan keinginan dirinya sendiri.

Sekarang ini, yang dibutuhkan Indonesia adalah seorang pahlawan yang mau berkorban demi kebutuhan masyarakat dan bangsa. Orang yang bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi rela mengorbankan apa yang berharga baginya untuk membantu orang yang membutuhkan. Indonesia butuh orang - orang yang bisa membawa perubahan dalam dunia politik dan ekonomi, dimana ekonomi juga masih banyak dikuasai oleh perusahaan asing. Sekitar 70% SDA di Indonesia dikuasai oleh perusahaan asing, dan termasuk juga diantaranya SDA seperti migas dan bahan tambang lainnya. Kapan ya Indonesia bisa benar - benar menikmati hasil buminya sendiri?

What does it take to become a true hero? It's not about your skill or your personality, but it's about your will to sacrifice for other people sake. That's the true meaning in becoming a hero.

Sabtu, 09 November 2013

Saat Teduh Sebagai Kebutuhan Orang Kristen Sejati (Ringkasan Khotbah PJ 8 Nov 2013)

Tema                 : You Snooze, You Lose.
Pembicara         : Kak Meidy.
Firman Tuhan    : Filipi 3 : 10

Dalam Filipi 3 : 10 ini, kita dikatakan berharga, dalam pengertian bahwa ada kepastian hidup kekal bagi orang percaya, dan itu bisa kita dapatkan hanya oleh anugerah Allah semata. Hanya oleh anugerah Allah saja, maka kita bisa mendapatkan keselamatan dan bisa bersekutu dengan Gereja. Kebanggaan sebagai orang Kristen tersebut tidak boleh hanya berhenti sampai disana. Kenapa? Karena kekristenan yang sejati berarti harus menjalani hidup Kristen yang sejati ditengah – tengah realita hidup seperti sekarang ini. Melalui contoh di taman Getsemani, Yesus mengajarkan kepada kita agar senantiasa tunduk pada kehendak Allah dan mengiyakan kehendak Allah terlaksana atas hidup kita. Hidup orang Kristen yang sejati itu sendiri adalah untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini (Roma 12 : 1), yang berarti tidak ada kompromi dengan dosa. Bila kita benar – benar mengasihi  Allah, maka kita juga harus serius menanggapinya menggunakan iman kita lewat perbuatan yang sesuai dengan Firman Tuhan dan memusatkan kehidupan hanya bagi Kristus (Filipi 1 : 21).

Mungkinkah kita hidup sebagai orang Kristen yang sejati di tengah – tengah dunia ini? Bila kita melihat dari Yohanes 15 : 5, maka bisa dikatakan bahwa kita bisa, asalkan kita mau membangun suatu relasi secara langsung dengan Allah. Tanpa relasi itu, semua yang kita lakukan di dunia ini adalah sia – sia dan tidak berarti apa – apa di mata Tuhan. Tidak penting apa yang kita hadapi, yang terpenting adalah bagaimana kita mengukuhkan relasi kita dengan Allah. Seperti kata Paulus dalam Filipi 4 : 4, “sukacita” yang dikatakannya adalah tentang pengenalan akan Kristus, bahkan dia sampai menganggap semua hal yang ada di dunia ini adalah kerugian besar, tetapi pengenalan akan Yesus Kristus lebih daripada semuanya (Filipi 3 : 8), tapi tentu hal ini memang tidak mudah.


Maukah kita menyediakan waktu kita untuk Tuhan mulai hari ini? Jangan “menyisakan” waktu untuk Tuhan, tapi “sisihkan” waktumu bagi Tuhan, karena relasi yang intim dengan Tuhan adalah bukan sebuah pilihan yang tidak wajib dipilih, tetapi itu adalah kebutuhan pokok setiap orang Kristen.

Jumat, 01 November 2013

Since nobody don't care, I don't really care, though.

Maybe some of you thinking about,"How's this author doin'? Did he has a friend or (maybe) girlfriend? Did he go socializing or such?". Well, I do have "friends", but not girlfriend (considering my condition that will be forever single), AND I'm not really into socializing. To put it simple, I'm hikikomori. I'm the type that prefer to lock myself in my own room with my own world than to go and talk to people about some useless stuff. Since nobody can really accept my seriousness way of behaving (no joking, seriously), I don't really have any problem to get through it. I have my own way of thinking that quite different with other people, and almost all of them, or should I say ALL OF THEM is not acceptable in regular social community. So, I don't really like to share something or anything to other people. I don't really think that they should know about me so deep that they can actually make fun of me, mocking me around, and then left me stranded like a beggar that not eating for a few months. I can't joke, and since I can't joke, I can't really give some good impression to the other. They always stay out of me. Hah. I don't really care, though. I'll close my heart real bad that even I can't feel anything anymore. No joking. Seriously, and I mean it.

Minggu, 20 Oktober 2013

Anak itu....

Anak itu....
datang dengan tampang lugunya yang memperlihatkan bahwa dia tidak tahu apa - apa akan dunia ini, not even the smallest thing. Dia datang hanya dengan suatu penglihatan bahwa dia akan melakukan apa yang dititahkan kepadanya dari kedua orang tuanya.

Anak itu....
Mengerjakan begitu banyak pekerjaan. Diapun melihat suatu kelompok yang sangat besar, dimana terdapat banyak orang dengan banyak talenta yang terlihat keren. Dia ingin sekali menjadi seperti itu, karena semenjak dulu, dia pernah berusaha untuk mewujudkan impiannya itu melalui suatu kelompok, yang akhirnya mengkhianatinya, dan diapun meninggalkan mereka. Saat melihat kelompok itu, diapun tertarik dan dia mengikuti mereka.

Anak itu....
seiring berjalannya waktu, dia kemudian telah bertumbuh dewasa, dan menjadi orang yang mengerti banyak hal. Semakin hari, matanya semakin terbuka akan keberadaan dunia ini. Diapun mulai merasakan hal - hal yang aneh yang kemudian menjadikan dia sangat penasaran dan membuatnya mencari tahu lebih dalam lagi mengenai rahasia dunia ini...... dan juga rahasia terbesar dari kelompoknya.

Anak itu....
terkejut dan shock saat mengetahui bahwa rahasia terbesar itu merupakan hal yang sangat buruk dan telah dipertahankan cukup lama. Dia yang awalnya bisa mempercayai orang, kini menjadi sangat sulit mempercayai orang lain. Dia mulai mempertanyakan keberadaan orang yang ada disekelilingnya. Anak itu berpikir apakah dia harus melanjutkan perjalannya sendiri ataukah dia harus membagi penderitaannya itu kepada orang lain?

Anak itu....
setelah mengetahui hal tersebut, dia kemudian mempersiapkan dirinya sampai kepada kemungkinan terburuk, dan mulai menyusun rencana untuk bisa merubah segalanya, mengembalikan semua hal yang seharusnya ada dalam kelompoknya itu, sehingga kelompok itu bisa menjadi suatu kelompok yang dia pikirkan selama ini. Kelompok yang harusnya menjadi tempat dimana setiap orang yang berada didalamnya merasakan aman satu sama lain, tanpa ada yang saling menjatuhkan.

Dia maju sendirian, meskipun dengan banyak orang yang ada disekitarnya, dia tidak peduli. Apa yang harus dia capai, itulah yang ada didalam pikirannya saat ini. Akankah dia berhasil memberikan perubahan besar dengan power kecil yang dia punya? Akankah Tuhan berkenan kepada usahanya untuk memberikan perubahan dan merombak segala macam keburukan itu? Semua itu hanya Tuhan yang tahu.

Senin, 23 September 2013

Single Player

There are a lot of games in this world that use "multiplayer" features. People ganking with their friends and do stuff together, clear missions, wars, etc. It might be useful in your gaming life, considering games like DotA, HoN, LoL, CS, CoD, and many more games require a good teamwork. But in daily life, sometimes you have to play it "singleplayer" in order to survive. That means don't trust people at all. They just bring you disappointment and you'll regret your desicion. Don't trust people. No one's worth it. Not even me.